3 Perusahaan Dunia yang Memiliki Sistem Pengelolaan Limbah Terbaik

3 Perusahaan Dunia yang Memiliki Sistem Pengelolaan Limbah Terbaik

firstenergysolutions.biz – Para ilmuwan telah memprediksi jika tidak ada perubahan dalam kebiasaan konsumsi plastik, maka akan ada lebih banyak plastik di lautan daripada ikan pada tahun 2050, tidak mengherankan jika tema yang diusung Hari Bumi tahun ini adalah “End Plastic Pollution”.

Menurut studi terbaru dari Science Advance, sejak penemuan plastik pada tahun 1907, 8,3 miliar metrik ton plastik (non-daur ulang) telah diproduksi, menghasilkan 6,3 miliar metrik ton limbah, 79% di antaranya telah menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sementara hanya 9% telah didaur ulang.

Di tahun 2050, sebanyak 12 miliar metrik ton diperkirakan akan berada di TPA atau lingkungan sekitar jika tren produksi dan pengelolaan limbah saat ini berlanjut.

Sementara kita semua, sebagai individu, bertanggung jawab atas kontribusi kita terhadap pencemaran planet dan konsumsi plastik yang sporadis, perusahaan-perusahaan besar memainkan peran penting baik dalam merusak atau melindungi lingkungan.

Perusahaan-perusahaan di bawah ini memproduksi limbah dalam jumlah besar, namun metode yang mereka gunakan untuk mengelola limbah kemungkinan besar akan berdampak kritis terhadap masa depan planet kita.

Accenture

Menurut laporan Accenture’s Corporate Citizenship 2017, perusahaan telah membuat kemajuan besar dalam mengurangi jejak lingkungannya dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, khususnya yang berkaitan dengan emisi karbon dengan mengurangi 52% emisi CO2 per karyawan.

Di antara prioritas utama Accenture adalah upaya penggunaan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle) – termasuk pengelolaan limbah elektronik dan air.

Intel

Intel terus berusaha meningkatkan operasinya dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan. Sejak 2008, Intel telah mendaur ulang lebih dari 75% dari total limbah yang dihasilkan oleh operasinya, dan dalam upaya untuk mengurangi limbah pada tahun 2013, perusahaan menghubungkan sebagian kompensasi karyawan dengan metrik daur ulang limbah padat. Intel bertujuan untuk mencapai nol limbah berbahaya ke TPA pada tahun 2020, dan tingkat daur ulang 90% untuk limbah non-berbahaya.

Estee  Lauder

Tim Lingkungan dan Keselamatan Global (EAS) Estee Lauder memiliki catatan yang kuat untuk meminimalkan limbah, dan terus mengidentifikasi cara-cara baru untuk meningkatkan tingkat pemulihan dan pengalihan.

Sejak tahun 2003, 23 fasilitas manufaktur dan distribusi milik perusahaan ini telah mengeluarkan nol limbah ke tempat pembuangan sampah, dan limbah yang tidak dapat didaur ulang dibakar dan diubah menjadi energi. Di situs industrinya, perusahaan mencapai tingkat daur ulang sebesar 88,5% pada tahun 2016, dan telah menetapkan target 90 persen untuk 2017.